Yang pertama kali diingat tentang wana wisata Wonosobo pasti adalah barisan pegunungannya yang menawan hati. Walau pun deretan pantai di Wonosobo juga sama-sama menawarkan daya tarik yang memukau, tapi kebanyakan wisatawan pasti tak akan mengelak kalau pegunungan di Wonosobo amatlah mempesona. Salah satunya adalah Gunung Kembang Wonosobo yang kian populer di mata para pendaki Nusantara. Memangnya, sekeren apa sih? Berikut ini ulasan lebih jauhnya.

Diapit oleh Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing

Wisata Wonosobo - Gunug Kembang Wonosobo via instagram.com/wahyulewandowski

Semenjak di buka jalur baru, wisata alam yang berlokasi di Desa Blembem, Kaliurip, Kertek, Wonosobo, Jawa Tengah ini selalu ramai dan tak pernah sepi. Meskipun terdengar asing, pesona keindahan yang ditawarkan bikin mata tak bosan memandang.

Jika dilihat dari Prau, terlihat jelas Gunung Sumbing dan Sindoro. Tepat di belakangnya, ada bukit kecil yang disebut Gunung Kembang. Tingginya hanya 2320 mdpl, dan sering disebut sebagai anak dari Sumbing dan Sindoro.

Faktor Ketinggian yang Unik

Menurut pengakuan masyarakat setempat, sepuluh tahun yang lalu tinggi gunung di wisata Wonosobo ini hanya 1.200 mdpl. Namun saat ini terus bertambah hingga mencapai 2.000 mpdl. Adanya peningkatan ketinggian tersebut disebabkan oleh aktivitas magma gunung Sindoro yang mengalir ke Gunung Kembang. Dari aktivitas itulah menyebabkan ketinggiannya terus bertambah setiap tahun.

Asal usul nama gunung Kembang pun ternyata karena banyak dijumpai berbagai macam jenis bunga atau kembang di sini. Bahkan tim dari IPB (Institut Pertanian Bogor) pernah melakukan penelitian. Dari penelitian tersebut bisa dapat disimpulkan, terdapat 100 jenis spesies bunga Anggrek termasuk jenis yang langka. Selain menikmati kegagahan gunung, melihat ratusan jenis bunga di dalamnya akan menjadi pengalaman yang berkesan.

Pembukaan Jalur Baru

Wisata Wonosobo - Gunug Kembang Wonosobo via instagram.com/@nhaa_dutt

Pada mulanya, gunung di wisata Wonosobo ini jarang didaki karena banyak menyimpan cerita mistis. Hanya penduduk setempat saja yang mendaki untuk keperluan semedi. Namun setelah dibuka jalur baru yang bernama jalur Blembem, Gunung Kembang makin populer di kalangan pendaki. Alasannya karena jalur baru tersebut mudah diakses, bersih dan terawat. Tak heran jika tiap minggunya, puncak gunung ini ramai pendaki.