Kalau ditanya, jenis wisata apa sih yang menjadi kebanggaan dari wisata Majalengka? Maka jawabannya adalah: wisata curug-nya! Bukan hanya wisata Bandung saja yang menawarkan banyak wisata curug terbaik dan instagenic.

Seakan tak mau kalah, Majalengka juga punya deretan curug yang bahkan menjelma sebagai tempat wisata Majalengka paling hits. Mau tahu curug mana saja dan seperti apa keistimewaannya masing-masing? Mari ulik bersama uraiannya di bawah ini!

1. Curug Ibun Pelangi

Wisata Majalengka - Curug Ibun Pelangi via instagram.com/angelus_sonya

Curug Ibun Pelangi berada di Desa Sukadana, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka. Pesona alam yang disuguhkan di sini menyihir banyak pengunjung yang datang, bahkan banyak yang menyebutkan jika curug ini merupakan Green Canyon milik Majalengka. Bagaimana tidak, memang saat dilihat sekilas panorama yang berada di sekitar Curug Ibun Pelangi ini memang mirip kawasan yang terdapat di Amerika.

2. Curug Kapak Kuda

Curug Kapak Kuda atau yang juga disebut sebagaI Curug Citerus ini belokasi di Dusun Tapak Kuda, Desa Sadawangi, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka. Ketinggiannya mencapai 20 meter dan meyuguhkan alam wisata Majalengka yang masih sangat asri. Lokasinya terbilang cukup tersembunyi, traveler yang datang perlu untuk melalui jalan setapak ataupun pematang sawah.

3. Curug Muara Jaya

Wisata Majalengka - Curug Muara Jaya via instagram.com/welly.octa

Lokasi Curug Muara Jaya ini berada di Kampung Apuy, Argamukti, Argapura, Kabupaten Majalengka. Curug ini menjadi salah satu yang sangat difavoritkan oleh warga Jawa Barat, khususnya masyarakat Majalengka dan sekitarnya. Tempat wisata alam ini memiliki dua tingkatan air terjun, totalnya memiliki ketinggian 73 meter. Tingkatan pertama 60 meter yang kedua adalah 13 meter.

4. Curug Sawer

Wisata Majalengka selanjutnya adalah Curug Sawer yang juga tidak kalah indah dari yang sebelum-sebelumnya. Lokasinya berada di Argamukti, Argapura, Kabupaten Majalengka. Curug ini bia ditempuh dari pusat kota sekitar 10 km saja. Sampai di pintu depan, kamu harus jalan kaki sampai ke Curug Sawer. Selama perjalanan akan melewati perkebunan sayur, palawija dan juga jembatan. Aksesnya seadanya lantaran memang masih dikelola secara swadaya oleh masyarakat.