Landmark wisata Kediri yang paling terkenal sejagat raya tentunya adalah bangunan Simpang Lima Gumul. Setiap wisatawan yang mampir ke Kota Tahu ini pasti menyempatkan diri untuk setidaknya sekali berfoto di sana. Ia pun tak dinyana masuk peringkat wisata Kediri hits 2018. Tapi, sudah tahukah kamu mengenai seluk beluk tempat wisata ini?

Usianya Beranjak Lebih dari 10 Tahun

Wisata Kediri - Simpang Lima Gumul via instagram.com/anjar_sikulithitam

Simpang Lima Gumul Kediri (SLG) merupakan ikon baru kabupaten Kediri, Jawa Timur. Monumen yang berdiri megah ini dibangun sejak tahun 2003 dan diresmikan pada 2008. Keberadaan monumen SLG ini memiliki peran yang sangat penting bagi transportasi serta perekonomian masyarakat.

Bagi yang kebetulan sedang berada Kediri, tak ada salahnya berkunjung ke bangunan ikonik ini. Dari sisi transportasi, Simpang Lima Gumul merupakan jalur utama menuju lima kecamatan di kabupaten Kediri yaitu Pare, Plosoklaten, Wates, Gampengrejo, serta Pagu.

Namun sebelum ada bangunan monument wisata Kediri ini, di lokasi yang sama dulunya terdapat sebuah perempatan kecil plus jalan setapak dari Gampengrejo menuju Pare dan bercabang ke Wates dan Plosoklaten. Di area yang sama terdapat lampu lalu lintas. Sementara itu, jalur menuju ke kecamatan Pagu hanya berupa jalan setapak. Kawasan ini jarang sekali dilalui pengendara.

Arti Bangunan dan Simbol yang Ada di Dalamnya

Wisata Kediri - Simpang Lima Gumul via instagram.com/yuka_san

Dimensi bangunan Simpang Lima Gumul merupakan lambang hari jadi Kabupaten Kediri. Kawasan SLG memiliki luas 804 meter persegi dengan tinggi 25 meter. Bangunan utama ditopang tiga tangga setinggi tiga meter. Angka-angka tersebut ternyata melambangkan dari hari jadi kabupaten Kediri yaitu 25 Maret 804 Masehi. Cukup unik bukan.

Relief yang ada di Simpang Lima Gumul menggambarkan sejarah kabupaten Kediri. Sementar dari bentuknya, monumen SLG mirip dengan Arc de Triomphe yang ada di Paris, Prancis. Arc de Triomphe didirikan untuk menghormati para pejuang yang gugur dalam Revolusi Prancis. Sementara SLG dibangun lewat inspirasi kisah kepahlawanan Jongko Joyoboyo, yang bertekad menyatukan lima kawasan di sekitar Kediri.

Monumen Ini Punya Terowongan Bawah Tanah, Lho!

Terdapat tiga terowongan sebagai akses ke monumen Simpang Lima Gumul Kediri. Warga lokal mungkin tak sulit menemukan jalan menuju bangunan utama. Namun bagi pengunjung yang baru pertama kali datang, bisa jadi justru sebaliknya.

Tiga terowongan bawah tanah tersebut terhubung dengan area parkir di tiga titik berbeda. Pada hari biasa, area parkir wisata Kediri ini yang dibuka hanya satu yaitu di sebelah kiri jalan dari arah Gampengrejo menuju Pagu.