Indonesia merupakan negara dengan ribuan adat dan budaya. Tak jarang bahwa ada dua kebudayaan etnis yang berbeda melebur menjadi satu membentuk sebuah kebudayaan baru yang unik nan indah. Hal yang serupa pun terjadi di Kota Pelajar Jogja.

Konon, di Jogja tercipta sebuah festival bertajuk Festival Perahu Naga yang merupakan perpaduan antara budaya Jawa dan Tionghoa. Festival ini menarik banyak perhatian wisatawan yang bahkan sengaja berkunjung ke wisata Jogja untuk menonton gelaran budaya keren yang satu ini.

Dua Budaya Berbeda yang Menjadi Satu

Wisata Jogja - Festival Perahu Naga via travelingyuk.com

Festival wisata Jogja ini menggabungkan olahraga dengan dua budaya yaitu Tionghoa dan Jawa. Acara yang mengenalkan banyak tim-tim solid ini ternyata menarik perhatian banyak orang, terutama wisatawan lokal.

Disebut gabungan antara dua budaya berasal dari kegiatan mendayung perahu naga yang merupakan wujud kebudayaan masyarakat Tionghoa. Sementara budaya Jawa berasal dari pertunjukkan kesenian yang tak kalah mencuri perhatian.

Kegiatan seru ini ternyata bertujuan untuk merayakan hari besar Peh Cun. Konon, perahu naga merupakan alat yang digunakan warga untuk mencari jasad dari seorang penyair pariotik bernama Qu Yan yang sengaja menenggelamkan diri di Sungai Miluo.

Dimeriahkan Pertunjukan Hiburan Seru

Pagelaran festival ini diselenggarakan di Laguna Depok tidak hanya menunjukkan pagelaran seni. Ada juga pertunjukkan barongsai yang merupakan kebudayan Tionghoa.

Kemeriahan pertunjukkan tersebut makin menakjubkan dengan dengan panggung utama yang dibangun dengan sangat megah. Ada pula beberapa tenda yang berdiri dengan kokohnya di sekitar panggung. Antusias pengunjung cukup mencuri perhatian, karena dihadiri banyak kalangan.

Ternyata Sudah Berlangsung Selama Ribuan Tahun

Wisata Jogja - Festival Perahu Naga via travelingyuk.com

Perlombaan dayung perahu ini diikuti kurang lebih 30 tim. Perahu yang digunakan terbuat dari kayu dengan panjang 20-35 meter. Untuk dapat menjalan perahu tersebut, dibutuhkan sekitar 30 tenaga untuk menjalankannya.

Di balik kemeriahan tersebut, ternyata Festival Perahu Naga sudah berusia 2000 tahun. Konon, perayaan tersebut tergantung dari penanggalan lunar. Sehingga, kegiatannya diadakan pada tanggal yang berbeda-beda.

Selain kegiatan perlombaan perahu naga, nelayan di kawasan Depok wisata Jogja ini juga ikut memeriahkan acara. Sebagian besar menyiapkan perahunya untuk dijadikan tempat duduk para pengunjung. Bahkan, ada yang menyulap perahunya sebagai spot selfi pengunjung.