Setiap turis yang datang ke wilayah wisata Jogja, baik itu turis domestik hingga mancanegara, pasti tak boleh ketinggalan mengunjungi daerah Malioboro. Kawasan inilah yang menjadi destinasi utama para wisatawan yang datang ke Kota Pelajar.

Di sana, kamu bisa puas berbelanja hingga wisata kulineran asyik. Biar lebih akrab dengan spot wisata satu ini, yuk telusuri beberapa fakta menarik terkait Malioboro Jogja di bawah!

1. Dibangun di Titik Pusat Perkembangan Jogja

Wisata Jogja - Malioboro via travelingyuk.com

Semua dimulai pada 1760, ketika Perjanjian Giyanti membelah Kerajaan Mataram Islam menjadi dua: Surakarta dan Jogjakarta. Seiring kesepakatan ini, Pangeran Mangkubumi atau Sultan Hamengkubuwono I memulai pembangunan Jogja dengan bantuan pihak Belanda.

Dimulai dari berdirinya Benteng Vredeburg, yang semula hanya benteng sederhana dengan tembok kayu dan atap ilalang, menjadi bangunan kokoh dan difungsikan sebagai tempat pemukiman warga Belanda.

Di sekitar Vredeburg kemudian dibangun beberapa bangunan yang kini jadi landmark Jogjakarta seperti Bank Indonesia (dulu De Javasche Bank) gedung Kantor Pos Indonesia (dulu Telegraaf en Telefoon Kantoor), dan gedung Bank Nasional Indonesia (dulu bernama Nederlandsch – Indische Levensverkeringen en Lijfrente Maatschappij).

Semua bangunan tersebut berada di titik nol Jogja, daerah yang juga kerap dipadati wisatawan. Namun yang lebih penting, pembangunan pesat tersebut sekaligus jadi pertanda bahwa Malioboro akan jadi pusat pengembangan Kota Gudeg di masa-masa mendatang.

2. Pertumbuhan Pembangunan Lintas Etnis

Pergerakan roda perekonomian di Jalan Malioboro tak bisa dilepaskan dari pengaruh masyarakat Tionghoa, yang sejak dulu sudah dikenal jago berbisnis. Hal ini pula yang jadi dasar keputusan Sultan Hamengkubuwono I memberikan lahan khusus untuk dikelola dan ditempati warga Tionghoa di Kampung Ketandan.

Lokasinya masih di sekitaran Malioboro dan sangat strategis. Menjelang Imlek, kawasan ini selalu tampak meriah serta lebih ramai. Apalagi jika sedang digelar acara Pekan Budaya Tionghoa ala wisata Jogja. Kamu sudah pernah ke sini?

3. Ikon Wisata Kota Pelajar

Wisata Jogja - Malioboro via travelingyuk.com

Meski sudah melewati beberapa dekade, peran Malioboro sebagai pusat ekonomi Jogja masih belum berubah. Kawasan ini juga semakin berkembang dengan status destinasi wisata. Pedagang cendera mata berjejer di tepi jalan, menawarkan segala bentuk kerajinan menarik dengan harga murah.

Ibarat roda, Malioboro terus berputar tanpa kenal lelah. Belakangan, kawasan wisata Jogja ini bahkan semakin nyaman usai pemerintah setempat mengeluarkan kebijakan Selasa Wage. Selama hari itu semua aktivitas ekonomi akan dihentikan dan diisi acara bersih-bersih sepanjang jalan.