Kamu perlu tahu kalau pesona tanah Papua tak hanya datang dari deretan wisata alamnya yang memukau. Buktinya, banyak juga lho wisatawan yang rela terbang jauh-jauh ke Papua guna mencicipi aneka makanan khas Papua yang eksotis!

Jangan kira kalau makanan khas Papua Papeda adalah satu-satunya kuliner khas yang bisa dijumpai di sana. Sebab, masih ada empat panganan di bawah yang bakal rugi jika tak dicicipi ketika bertandang ke Papua!

1. Babi Bakar

Makanan Khas Papua - Babi Bakar via instagram.com/rolanddaniello

Kuliner Natal Indonesia yang berasal dari Papua ini merupakan babi panggang. Keunikannya adalah cara memasaknya yang masih sangat tradisional. Daging babi pun dimasak di atas batu, berbarengan dengan bahan lain seperti kentang. Biasanya dimasak setelah melakukan misa di gereja bersama penduduk yang lain. Penganan ini merupakan wujud syukur dan kebersamaan masyarakat di daerah ini.

2. Ikan Bakar Manokwari

Kuliner ikan khas Papua ini tentu tidak boleh dilewatkan! Ia adalah seporsi Ikan Bakar Manokwari. Sajian ini merupakan santapan yang harus dicicipi saat kamu liburan ke Papua!

Makanan khas Papua ini terbuat dari Ikan Tongkol bakar yang disiram dengan sambal mentah. Sambal yang digunakan terbuat dari bawang merah, cabai merah, gula dan garam. Meski terlihat sederhana, kenikmatannya sungguh kaya!

3. Sate Ulat Sagu

Makanan Khas Papua - Sate Ulat Sagu via instagram.com/nizamijam09

Olahan serangga khas Indonesia yang satu ini, menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang tinggal di Papua. Suku asli yang mendiami wilayah tersebut, biasa mencari ulat sagu di pohon-pohon sagu yang sudah tua.

Setelah dapat, ulat kemudian ditusuk-tusuk, dijadikan sate lalu dibakar. Tertarik untuk merasakan sensasi ulat yang pecah di dalam mulut? Sebelum mengonsumsinya, bagian kepala harus dibuang lebih dulu. Jadi, kamu hanya mengonsumsi tubuhnya yang kenyal dan berwarna putih.

4. Ulat Sagu Mentah

Cara mengkonsumsi ulat sagu untuk jamu dan obat kuat memang dimakan mentah-mentah. Cairan tubuh ulat ini dipercaya mengandung banyak vitamin yang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Tekstur hewan ini sangat halus dan lumer ketika digigit di dalam mulut.

Meski demikian ulat sagu juga bisa disajikan dalam bentuk yang sudah masak seperti digoreng atau dimasak sayur. Kabarnya orang-orang di Eropa sudah mencoba mengolah ulat sagu sebagai bahan dasar membuat spageti dan sandwich. Sementara di Indonesia, ulat ini sudah menjadi makanan khas Papua yang melegenda!