Laksa pada dasarnya adalah makanan khas Nusantara yang mengawinkan budaya Melayu dan Tionghoa. Hidangan Laksa pun dapat ditemukan di negeri tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Kalau kamu penasaran banget dengan makanan khas daerah yang satu ini, maka datang saja ke Laksa Pak Idrus yang paling kondang di wilayah Sukabumi. Makanan ini lho yang turut menjadi makanan khas daerah Jawa Barat yang paling dicari oleh para wisatawan.

Sudah Dijajakan Selama Lebih Dari 60 Tahun

Makanan Khas Daerah - Laksa Pak Idrus via travelingyuk.com

Pak Idrus mengaku sudah berjualan Laksa sejak tahun 1959. Ketika itu dia meneruskan usaha ayahnya dan menjajakan Laksa dengan cara keliling. Sampai kini, ia berjualan bersama istri yang setia menemaninya.

Pak Idrus berjualan laksa mulai pukul 10.00 sampai 16,00 WIB. Selama itu, tempatnya berjualan selalu ramai oleh pengunjung. Tidak jarang jualannya habis sebelum waktunya tutup. Hal ini karena Pak Idrus bersama istrinya seringkali tidak mampu memenuhi permintaan pelanggan yang terlampau banyak karena keterbatasan tenaga.

Dikenal Pula dengan Julukan Laksa Pemuda

Pak Idrus kini usianya sudah sekitar 70 tahun. Banyak juga yang menyebutnya Laksa Pemuda karena lokasinya berjualan di pinggir Jalan Pemuda Nomor 1 atau di seberang Kantor Kecamatan Citamiang, Sukabumi, Jawa Barat. Tempatnya berjualan makanan khas daerah Sukabumi ini tidak memiliki nama. Sehingga, pelanggannya pun memberikan tempat ini sebuah julukan sendiri.

Tambahan Lauk Oncom yang Nikmat Nian

Makanan Khas Daerah - Laksa Pak Idrus via travelingyuk.com

Yang membuat Laksa Pak Idrus berbeda dengan laksa lain karena ada oncomnya. Selain oncom, ada ketupat, tahu kuning, bihun dan tauge disajikan dalam kuah kuning laksa yang khas.

Ditambah lagi di atasnya kerupuk dan bawang goreng. Beragam bahan ini menjadikan rasa laksa legit dan gurih. Apalagi ditambah dengan pulennya ketupat dan lembutnya tahu kuning. Selain itu wanginya kemangi semakin menyempurnakan sajian laksa.

Pak Idrus pun menjual makanan khas daerah Sukabumi ini seharga Rp7.000 per porsi. Harga yang murah dibandingkan dengan rasanya yang lezat. Pak Idrus tidak berniat menaikkan harganya, padahal kalau laksa buatannya dijual dengan harga lebih tinggi sekalipun masih akan tetap diminati karena rasanya yang khas. Bandingkan saja dengan laksa-laksa lain yang dijual dengan harga berkisar Rp10.000 sampai Rp16.000.