Makanan khas Bali ternyata ada yang bentuknya menyerupai pancake, lho. Adalah Laklak, kudapan khas Pula Dewata dengan cita rasa manis nan gurih yang dijamin bikin nagih.

Usut punya usut, panganan yang terbuat dari tepung beras ini juga cocok dijadikan peneman minum teh di pagi atau sore hari. Dan walau bentuknya mirip pancake, tapi jajanan ini memiliki ukuran yang mini alias sekali suapan saja. Praktis banget, kan? Lalu, apa lagi yang membuat kue ini begitu dicintai oleh masyarakat Bali?

Ciri Khas Berwarna Hijau dengan Topping Legit Menggigit

Makanan khas Bali - Laklak via travelingyuk.com

Laklak pada umumnya memiliki ciri khas warna hijau yang memikat mata. Kalau bicara ukuran dan teskturnya, Ia agak mirip hidangan surabi. Namun kira-kira ukuran Laklak hanyalah sebesar telapak tangan anak kecil saja. Sedangkan di bagian atasnya, Ia biasanya ditaburi dengan parutan kelapa yang lantas disiram dengan kuah gula merah kental. Terbayang kan sensasi rasa legitnya yang menggigit?

Tak Disertai Bahan Pengawet

Makanan khas Bali ini dapat dengan mudah kamu jumpai di pasar-pasar tradisional. Atau, kamu juga bisa membelinya di Warung Don Kayu Sugih atau Warung Laklak Dah Lolet di Jalan Batur Sari, Sanur Kauh, Denpasar Selatan. Di mana pun kamu membeli jajanan ini, Ia dijamin bebas dari yang namanya bahan pengawet. Warna hijau pada hidangan ini pun diambil dari daun kayu suji yang alami.

Dimasak Di Atas Tungku

Makanan khas Bali - Laklak via travelingyuk.com

Buat yang belum tahu, Laklak yang baru saja matang dan masih disajikan dalam keadaan hangat punya aroma yang harum luar biasa. Ini semua berkat cara memasaknya yang masih mengandalkan kekuatan api tungku. Api ini pun dihasilkan dari tumpukan kayu bakar. Sedangkan cetakan adonan Laklak terbuat dari bahan tanah liat yang bisa mematangkan Laklak secara merata.

Dari kejauhan saja, kamu pasti sudah bisa mencium aroma kelezatan hidangan ini. Tak hanya berpengaruh pada aromanya saja, dari segi rasa kamu juga akan mendapati sensasi rasa ‘smoky’ yang mengundang selera.

Oleh sebab itu, berlibur ke Pulau Dewata, kamu tak boleh absen mencicipi makanan khas Bali yang satu ini. Bila perlu, kamu boleh juga membungkusnya untuk dibawa pulang dan disantap sebagai menu cemilan kamu.