Kalau ke Surabaya tidak lengkap, nih, tanpa mencicipi ragam kuliner yang tersaji di sana. Kuliner Surabaya sendiri menyuguhkan cita rasa yang sangat khas dan nikmat. Mulai dari lontong balap, rawon, hingga rujak cingur.

Nah, omong-omong, di Surabaya ada rujak cingur legendaris yaitu Rujak Cingur Achmad Jais. Sudah ada selama puluhan tahun, banyak tokoh ternama Indonesia menjadi langganannya. Kita simak sekilas ulasan tentang Rujak Cingur Achmad Jais, yuk.

Berdiri Sejak Tahun 1870

Kuliner Surabaya - Rujak Cingur Achmad Jais via instagram.com/kulinersurabaya

Sosok pendiri warung Rujak Cingur Achmad Jais adalah Lim Sian Neo yang merupakan ibu rumah tangga keturunan Tionghoa. Usahanya dimulai sejak tahun 1970.

Mulanya, ketika itu ada penjual cingur keliling asal Madura yang sering mendatangi Lim. Kebetulan, penjual cingur tersebut adalah tunanetra. Lantaran merasa kasihan, akhirnya Lim membeli cingur yang dijualnya setiap hari. Lim akhirnya bingung cingur tersebut akan dibuat apa.

Dari situ, muncullah ide untuk membuat kuliner Surabaya yang khas, yaitu rujak cingur. Dibukalah warung sederhana di rumahnya yang ditinggali bersama keluarga besarnya hingga sekarang. Saat awal buka, harga rujak cingurnya sudah lebih tinggi.

Setelah berjualan hampir dua tahun, Lim mengalami musibah yaitu tangannya patah karena terjatuh. Karena tidak bisa lagi mengulek bumbu rujak dengan tangannya, Lim digantikan oleh Ng Giok Cu, anaknya. Hal tersebut juga yang membuat banyak orang menyebut pendiri usaha rujak cingur ini adalah Ng Giok Cu.

Bumbu dengan Bahan Dasar Kacang Mede

Kalau penjual pada umumnya menggunakan kacang tanah untuk bahan bumbu, rujak di sini memakai kacang mede yang lebih gurih dan nikmat. Keunggulan lainnya yakni cingurnya yang disajikan. Cingur tersebut bersih, tidak beraroma amis, serta disuguhkan berlimpah. Cingurnya pun pas kenyalnya, tidak terlalu lunak atau keras.

Satu porsi rujak cingur petis ini juga mengombinasikan bahan lainnya seperti mentimun, pencit, nanas, kedondong, cingur, sayuran dan lontong. Semua bahannya berpadu dengan nikmat dan pastinya membuat lidah bergoyang menikmatinya.

Harganya Selangit namun Tetap Laris Dicari

Kuliner Surabaya - Rujak Cingur Achmad Jais via instagram.com/eattemptationsby

Satu porsi rujak ini harganya berkisar Rp70.000,00-an. Malah pernah seporsi harganya mencapai Rp100.000,00 namun turun lagi karena satu dan lain hal. Warungnya sendiri bertempat di Jalan Achmad Jais No. 40, Peneleh, Genteng, Jawa Timur. Jam bukanya mulai pukul 11.00-17.00.

Meski harganya selangit, namun Rujak Cingur Achmad Jais menjadi kuliner Surabaya ikonik yang selalu ramai pengunjung. Sudah pernah mencicipinya?