Terdapat sebuah fenomena menarik sekaligus miris yang terjadi di tengah masyarakat pasca sebuah bencana datang. Bahkan, Ia tak terkecuali terjadi setelah bencana tsunami Selat Sunda dan Pantai Anyer Desember lalu.

Fenomena tersebut adalah berubahnya lokasi bencana menjadi sebuah lokasi wisata selfie dadakan. Ketika ditanya apa alasan mereka berfoto selfie di depan Pantai Anyer Carita hingga Pantai Anyer Marbella selepas tsunami melanda, terkuak bahwa alasan mereka pun bermacam-macam.  

Sempat Diliput Oleh Media Luar Negeri

Pantai Anyer - Tsunami Selat Sunda via Guardian

Fenomena inilah yang sempat membuat media luar negeri seperti The Guardian melakakukan riset guna mencari tahu penyebabnya. Di situs resminya, The Guardian meluncurkan sebuah artikel yang khusus membahas tentang apa motivasi utama wisatawan atau masyarakat berfoto selfie dengan latar belakang tempat kejadian bencana. Artikel tersebut pun diberi judul ‘Destruction gets more likes’: Indonesia’s tsunami selfie-seekers’.

Demi Mendapatkan Likes yang Bejibun

Pantai Anyer - Tsunami Selat Sunda via Guardian

Berbekal wawancara langsung bersama para pemburu selfie di lokasi tsunami Selat Sunda dan Pantai Anyer, didapatkan kesimpulan bahwa alasan pengambilan foto cukup bervariasi.

Yang pertama, ada yang berpendapat bahwa foto dengan latar belakang tempat kejadian bencana mendapat lebih banyak likes di media sosial. Yang kedua, foto tersebut bahkan katanya dapat menjadi pengingat akan kebesaran dan keagungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dan bukan main, orang-orang ini ternyata tak hanya datang dari wilayah Banten dan sekitarnya saja. Justru, ada juga yang datang langsung jauh-jauh dari Jakarta guna mendapatkan foto selfie idamannya tersebut.

Etika Selfie yang Baik dan Benar

Boleh-boleh saja sih kamu mengambil foto selfie apalagi ketika kamu tengah berlibur atau melancong ke suatu tempat. Namun, perlu kamu camkan bahwa berfoto selfie pun ada aturan dan etikanya. Jangan sampai foto selfie-mu merugikan orang lain atau memberi dampak negatif lainnya.

Nah, bagaimana menurutmu mengenai fenomena yang satu ini? Apakah menurutmu, para pemburu selfie di tempat bencana seperti pantai Anyer di atas bisa dibenarkan? Yuk bagikan opinimu di kolom komentar bawah!