Sudahkah kamu tahu kalau di Jawa Timur, terdapat dua buah air terjun dengan nama yang berhubungan namun lokasinya berbeda jauh? Nah, adalah Air Terjun Sedudo dan Coban Rondo, air terjun yang masing-masing berada di kawasan Nganjuk dan Malang, Jawa Timur.

Bagi sebagian warga Jawa Timur, nama Sedudo yang dalam Bahasa Jawa bermakna ‘duda’ dan Rondo yang berarti ‘janda’ seakan menyiratkan kisah tertentu. Sehingga, banyak beredar mitos dan legenda air terjun Sedudo dan Coban Rondo yang menarik untuk diulik kisahnya.

Secuil Sejarah tentang Coban Rondo

Air Terjun Sedudo - Coban Rondo via travelingyuk.com

Malang memang menarik perhatian soal destinasi wisatanya. Selain pantai, air terjun pun selalu ramai didatangi oleh wisatawan. Salah satunya adalah Coban Rondo yang terletak di Desa Pandesari, Pujon, Malang.

Berada di 1135 m di atas permukaan laut, coban ini memiliki ketinggian 84 meter. Selain pesona air yang terjun bebas, di destinasi ini juga menyediakan beragam wahana kece seperti labirin hingga taman bunga.

Menurut cerita yang beredar, Coban Rondo diliputi legenda tragis tentang seorang pasangan pengantin baru bernama Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusumo. Baru menikah beberapa hari, Dewi mengajak suaminya bertandang ke rumah orang tuanya di Gunung Anjasmoro.

Niatan tersebut ditentang oleh orang tua Dewi karena menurut tradisi pengantin dilarang bepergian hingga usia pernikahan mencapai selapan (sekitar satu bulan). Tidak mengindahkan peringatan, kesialanpun datang kepada mereka.

Dalam perjalanan keduanya bertemu dengan Joko Lelono yang terpikat dengan kecantikan istri Raden Baron. Joko pun menantang Raden Baron untuk berduel memperebutkan istrinya.

Saat itu juga, Dewi diminta untuk bersembunyi di balik air terjun sembari menunggu suaminya datang. Tak disangka, Raden Baron dan Joko Lelono sama-sama tewas dalam pertarungan. Sementara Dewi pun menjanda dan meratapi nasibnya di balik air terjun. Lalu bagaimana dengan Sedudo?

Cerita Masa Lalu Air Terjun Sedudo

Air Terjun Sedudo - Air Terjun Sedudo via travelingyuk.com

Seperti Coban Rondo, Sedudo juga memiliki legenda yang sudah dipercaya oleh masyarakat luas. Konon, seorang putri raja Kediri menderita penyakit aneh hingga membuatnya berobat di sebuah padepokan. Setiap paginya, ia dimandikan di Air Terjun Roro Kuning hingga kecantikannya kembali seperti semula. Siapa sangka,  kedua anak pemilik padepokan langsung jatuh cinta kepada putri raja ini.

Sayang, sang raja telah menjodohkan anaknya hingga membuat murka kedua anak pemilik padepokan. Setelah peristiwa tersebut, keduanya pun berubah total hingga diminta untuk semedi oleh orang tuanya.

Sang kakak berikrar akan melajang seumur hidup sebelum bertapa di air terjun tertinggi yang tak lain adalah air terjun Sedudo. Sementara adiknya tidak akan pernah bersopan santun kepada orang lain dan melakukan semedi di Air Terjun Singokromo.